<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Keraton on Wisata Budaya Nusantara</title><link>https://kulturindo.com/tags/keraton/</link><description>Recent content in Keraton on Wisata Budaya Nusantara</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Sat, 08 Nov 2025 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://kulturindo.com/tags/keraton/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Keraton Yogyakarta: Istana yang Masih Hidup dan Menjaga Tradisi Jawa</title><link>https://kulturindo.com/posts/keraton-yogya/</link><pubDate>Sat, 08 Nov 2025 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://kulturindo.com/posts/keraton-yogya/</guid><description>&lt;p&gt;Di jantung Kota Yogyakarta, berdiri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat—istana yang tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga rumah bagi Sri Sultan Hamengku Buwono X dan keluarganya. Ini adalah salah satu dari sedikit keraton di Indonesia yang masih fully functioning sebagai pusat pemerintahan tradisional dan spiritual.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="sejarah-dan-filosofi-keraton"&gt;Sejarah dan Filosofi Keraton&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Keraton didirikan pada 1755 oleh Sultan Hamengku Buwono I setelah Perjanjian Giyanti yang membagi Kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Lokasi keraton dipilih dengan perhitungan kosmologis yang cermat—berada dalam garis lurus antara Gunung Merapi, keraton, dan Laut Selatan, mewakili harmoni antara dunia atas, tengah, dan bawah.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>